Sunday, 15 June 2014

Ini cerita dari sahabat cerita seks yg ngirim inbox :
Selamat membaca  Hai namaku yati. Umurku sekarang 28 tahun. Aku memiliki kecenderungan sex yang sedikit berbeda.
Aku merasa horny bila sedang, berbicara seks yang vulgar dan blak2an atau mempertontonkan tubuhku. Dan masturbasiku pun menjadi jauh lebih nikmat apabila setelah mempertontonkan tubuhku. Biasanya, hanya celana dalamku yang kuperlihatkan ke orang lain, itu juga hanya ke anak-anak muda, yang berumur 18 tahun kebawah. Aku takut apabila mempertontonkan tubuhku ke pria dewasa, aku akan diperkosa nantinya. Nah, aku akan menceritakan eksibisi pertamaku, yang telah membuatku menjadi seperti ini...
Saat itu Aku tinggal di daerah yang rumahnya berdekatan. Dan orang-orang yang tinggal disitupun sangat bersahabat. Mereka saling membantu dan mempercayai satu sama lain. Yah seperti orang yang tinggal dikampung-kampung gitulah. Aku tinggal dirumah hanya berdua dengan suamiku, karena aku blum memiliki anak.suamiku pun sering pergi ke luar kota untuk pekerjaannya dan akupun tinggal sendirian di rumah. dia tidak takut meninggalkan aku sendirian karena daerahnya yang sangat bersahabat...
Waktu itu aku baru saja pulang dari kerja dan sedang nonton tv di ruang tengah ketika pintuku diketuk seseorang. Ketika kubuka, ternyata bu Murni yang tinggal disebelah rumahku datang.
"bu yati, ibu boleh minta tolong gak?", tanyanya.
"Mau minta tolong apa bu?"
"Ini lho, ibu mau pergi jualan, trus saya mau titip kuncii . Boleh gak ibu titipin disini?", Pintanya.
"Loh kan biasanya yang jualan si budi, emang si Deni kemana bu?"
"Si budi kan tahun ini sudah SMA, ibu gak mau mengganggu sekolahnya, jadi mulai sekarang ibu yang pergi jualan. Lagi pula tantenya lagi gak di rumah,", katanya.
"Ooh gitu ya bu, ya udah ga papa,", candaku.
ketika siang tiba, anaknya bu murni, budi sudah pulang dr sekolahnya, dia umurnya skitar 17 tahun
Akupun berusaha membuat si Budi merasa nyaman dengan mengajaknya ngobrol, tapi gagal karena dia hanya menjawab singkat semua pertanyaanku kepadanya. Kayaknya sih dia emang bener-bener pemalu anaknya. Atau mungkin juga dia merasa grogi karena wajahku yang cantik ini. Walaupun badanku termasuk pendek, tapi aku memiliki tubuh yang cukup bagus, dan memiliki bentuk tubuh seorang wanita dewasa. Apalagi kulitku putih.
Akhirnya, setelah usahaku mendekatkan diri dengan si Budi gagal, aku hanya memberinya majalah yang masih aku baca sampe sekarang dan aku nonton tv di dekatnya. Awalnya dia keliatan asik dengan majalahnya. Namun setelah beberapa lama dia keliatan gelisah, dan terus-terusan memandang ke arahku. Tadinya kupikir dia hanya bingung mau ngapain, tapi setelah kuperhatikan ternyata di memandang ke bawah rokku yang memang bakal kelihatan karena dia duduk di lantai di depanku, sedangkaan aku duduk di sofa dan tanpa sadar mengangkangkan kakiku. Tadinya begitu sadar aku ingin langsung menutup kakiku. Tapi setelah melihat dia yang gelisah dengan wajah yang (sangat) memerah aku menjadi merasakan sesuatu yang berbeda. Entah kenapa walaupun aku merasa malu celana dalamku dilihat orang lain, aku justru menyukai perasaan malu itu. Dan wajahkupun mulai terasa panas dan jantungku berdebar dengan kencang. Dan akhirnya aku memutuskan untuk membiarkannya melihat celana dalamku Aku berusaha tidak memandang wajahnya lagi agar dia leluasa mengintip celana dalamku. Semakin lama aku semakin melebarkan kakiku. Dan setelah semakin terangsang dengan pertunjukan ini, aku pun menyuruhnya duduk mendekat kearahku, dan dia pun menurut tanpa banyak tanya. Lalu aku menarik meja yang ada dibelakang dia. Sehingga dia duduk diantara sofa dan meja yang posisinya sekarang sudah merapat.
Kini dia duduknya sangat dekat denganku, bahkan lututku berulang kali menyentuh kepalanya, namun kali ini dia duduk menghadap kedepan, karena dia tidak berani lagi mengintip celana dalamku dengan jarak sedekat itu. Aku pun mengajaknya bercakap-cakap sehingga memberinya alasan untuk melihat kebelakang dan aku bisa melihat dia menatap celana dalamku. Dan akupun semakin bergairah, bahkan mungkin dia bisa melihat celana dalamku mulai basah kena cairan memekku. Aku pun berusaha menahan keinginan bermasturbasi yang memang sudah cukup sering kulakukan, dengan susah payah. Lalu akupun menjadi semakin berani dengan menarik rokku sampai paha sehingga cdku semakin terpampang jelas. Belum puas dengan itu, aku menaikkan kakiku yang satu ke meja, dan yang satu lagi aku lebarkan selebar-lebarnya. Sehingga sekarang posisinya aku mengangkang tepat didepan wajahnya. Si Budi kelihatan semakin gelisah dan kadang dia menatap cdku cukup lama, dan kalau dia melakukan itu, aku membelai-belai rambutnya sambil tersenyum semanis yang aku bisa. Lalu akupun menyuruhnya untuk lebih mendekat lagi, namun kali ini aku menyuruhnya untuk duduk menghadapku dengan alasan tidak sopan membelakangi orang yang sedang berbicara dengan dia...
Dia memutar tubuhnya perlahan dan kulihat tubuhnya bergetar dengan kentara. Dan ketika dia mengahadapku dia tak bisa memalingkan wajahnya dari celana dalamku, dan pahaku yang putih mulus itu. Setelah itu aku menarik meja itu semakin rapat, dan kunaikkan kedua kakiku ke atas meja. Sehingga kali ini kepalanya berada diantara kedua pahaku. Kali ini aku menarik rokku sampai atas sehingga sekarang celana dalamku bisa terlihat bebas. Dia tidak bertanya kenapa kulakukan itu, mungkin emang karena sifatnya yang pemalu. Aku sudah benar-benar bernafsu kali ini, dan mungkin dia pun juga. Saking nafsunya, aku meletakkan kedua kakiku di pundaknya dan menggesek-gesekkan pahaku kewajahnya. Aku bisa melihat dia seperti tidak terpana, namun amat menikmati sentuhan pahaku dan menggerakkan wajahnya kesamping agar bibirnya menyentuh pahaku, aku pun semakin menggila karena terkena bibirnya yang hangat dan basah di pahaku. Dia juga tidak keberatan ketika aku menarik kakiku dan menempelkan telapak kakiku di wajahnya. Lalu kusuruh dia membuka mulutnya, lalu kumasukkan jempol kakiku ke bibirnya yang mungil. Dia pun langsung mengemut jempol kakiku dengan gemas, dan menjilat-jilat telapak kakiku.
Jilatannya di telapak kakiku semakin menggila, sehingga aku jadi kebelet pengen keluar . Lalu kubilang, "Dek, kakak mau pipis dulu nih, udah kebelet." Lalu entah karena dorongan setan mana, aku berpikir, "mungkin asik kalo aq orgasme ke wajah dia...". Lalu aku membuka CDku dan mengangkangi wajah anak itu dan mulai menggesekkan memek ku ke wajahnya. Dan tanpa kusangka-sangka dia malah semakin mendekatkan wajahnya dan membuka mulutnya lalu meminum air maniku yang waktu itu lumayan banyak dan deras. Dia begitu antusiasnya meminum air cairan memekku sampai-sampai dia menempelkan mulutnya di memekku dan menelan cairan memekku, sambil dia menjilat2 itilku. Dan ketika selesai aku bisa merasakan dia berusaha menyedot-nyedot memekku. Mungkin dia belum puas meminum cairan dr memekku, namun itu malah memberikanku kenikmatan yang tiada taranya, dan entah kenapa kalau teringat fakta bahwa memekku dijilat sama anak berumur 17 tahun justru membuatku semakin terangsang. Dan kelihatannya dia juga sangat menikmati menjilat memekku yang kini sudah basah dengan air mani dan ludah. Kami melakukan itu cukup lama sebelum selesai. Dan ketika mencapai orgasme aku menjambak rambutnya dan menekan wajahnya ke memekku sambil mendesah dengan keras. ahhh,,, enak banget dekk,,, terus emuut itilnya dek,,,ahhh ohh
Setelah itu akupun mengajaknya mandi dan membersihkan tubuhnya, "Adek seneng gak kakak gituin tadi?" Dia pun hanya mengangguk dengan malu-malu dengan wajah memerah. "Kalo gitu ntar kapan-kapan kamu mau lagi gak?", lagi-lagi dia hanya mengangguk. Lalu kulanjutkan, "Tapi jangan bilang-bilang sama siapa-siapa ya?" Lalu dia kelihatan bingung dan bertanya, "Emangnya kenapa Kak?"
"Soalnya kalo ketauan kita pasti dimarahin dan dihukum, emang kamu mau begitu?"
"Gak, kak. ?", mendengar kata-kata dan nadanya yang polos, aku jadi bernafsu kembali. Lalu kutarik tangannya dan kucium bibirnya, setelah kulepaskan dia sebentar lalu aku berbisik di telinganya "iya kakak mau banget, tapi ada syaratnya"
"Apa kak syaratnya?", lalu ,"Kamu harus nurutin semua yang kakak suruh ya?", lalu dia menjawab setengah bercanda, "Wah kalo gitu Budi sama aja dengan budak kakak dong?" Dan lagi-lagi karena mendengar kata-katanya, nafsuku semakin menjadi-jadi, dan kukatakan padanya, "Iya, kamu jadi budak kakak, tapi kakak gak akan nyuruh kamu yang berat-berat kok. Kakak Cuma nyuruh kamu yang "enak-enak"."
"Ya udah Budi mau Kak, Budi seneng banget bisa deket-deket cewek cantik seperti Kakak.", Katanya sambil malu-malu.
"Halah kamu sok tau, masi kecil juga", kataku sambil memeluknya dan kembali mencium bibirnya. Dan akupun mulai memasukkan lidahku ke mulutnya, dia pun menyambutnya dengan semangat dan mulai menghisap-hisap lidahku. Entah berapa kali dia memohon supaya aku meludah ke mulutnya, walaupun sudah cukup banyak ludahku yang ditelannya. Dia berkata "Kak, ludah kakak enak banget. Kalo Budi kayaknya, semua yang keluar dari tubuh kakak, Budi mau kak?"
"Ah masa", kataku sambil meludah lagi ke mulutnya...
Lalu kamipun kembali membuka baju, namun kali ini aku juga ikut menjilat dan menghisap kontolnya yang ternya sudah gede dan berotot, bahkan kontolnya lebih besar dari milik suamiku,,,,
aku menelan ludah membayangkan kontolnya masuk ke memekku, dan mengesek-gesek itilku... masuk samapi mentek ke liang memekku
itu. Dia ngerasa sangat kegelian sekaligus nikmat. Berkali-kali dia berhenti sambil menikmati isapanku di kontolnya. Setelah kami sama-sama puas (yah walaupun dia tidak sampai keluar, dan kayaknya dia masih belum bisa orgasme deh) kamipun duduk berdampingan di sofa tadi. Dan tiba-tiba dia minta lagi, namun kali ini dia ingin menjilatin dan menciumi memekku lagi. Akupun sampai terkaget-kaget, dan kali ini bahkan dia sangat betah menjilati memek dan itilku,
karena sudah ga tahan bangett, lalu aku meminta dia untuk memasukkan kontolnya ke lubang memek ku,,,
dan dengan pelan2 aku menuntun kontol nya masuk ke memek ku...
slleeb,,,bleess,,, uhhh,, terasa hangat dan mengesek2 itil serta memekku kontol nya yang lumayan gede dan keras terasa mantap, menusuk memekku.
aku melayang dan makin gatal seisi memekku.. lalu dengan perlahan dia mulan memaju mundurkan pantatnya,,,, serta mengeluarkan dan memasukkan kontolnya didalam memekku.... sambil dia mengentot memekku aq,,, bibir dan lidahnya dengan lincah menghisap2 puting susuku, menambah kenikmatan yang tiada tara bagiku,, oohhhh ,,, terusss ,,, dekkk,,, entotin kakak,,, sambil mendesah desah dia berkata dengan berat,,, aduhh kakkkk enak banget kak,,, kontol aq terasa diurut2 enak kak,,, memek kak, bikin kontol ade geli dan keras.
dan dia tetap melakukan itu sampai tiba-tiba waktu ibunya pulang dari jualan. kami kagetttt... aku menutruh dia masuk ke kamar mandi dan cepat2 ganti pakaian,,,, dan akupun dengan tubuh acak2an menghampiri ibunya, dan mengatakan pura2 aku baru habis bangun tdr siang...Lalu dia mengucapkan terima kasih kepadaku, dan dia makin senang ketika melihat anaknya keluar dr kamar mandi2 dia berpikir aku, menemani anaknya main di rumahku,,, dan aku bilang padanya td anaknya si budi pulang sekolah minta ikut mandi,,, dan ketika mereka mau pulang aku sempat ngobrol sebentar dengan si budi di belakang,,,lalu kubilang padanya, "Kakak gak tau, kamu sesuka itu dengan seluruh tubuh kakak. Laen kali kamu datang kemari, kamu boleh minta apa aja ke kakak, mau ngentot memek kk, mau ciumat, atau ngeremas2 susu kaka juga boleh", kataku sambil bercanda. Lalu dia seperti terpana mendengar kata-kataku dan pulang sambil masih terdiam. Aku tahu dia sudah tak sabar menantikan pertemuan kami berikutnya. Begitu juga aku.

No comments:

Post a Comment