Sunday, 15 June 2014

PESTA S3X FULL BERJILBAB
Namaku Sonny aku adalah seorang
dosen di salah satu perguruan tinggi
kesehatan swasta di salah satu kota
di sumatera. Umurku 27 tahun
dengan perawakan agak gemuk
dan kulit hitam wajahku biasa saja bahkan bisa di bilang jelek. Aku
tinggal sendirian mengontrak rumah
kecil dengan satu kamar, kamar
mandi dan dapur. Sebagai seorang
dosen tentunya aku sangat sering
melihat mahasiswa-mahasiswa cantik berpakaian seksi. tetapi aku
lebih suka melihat mahasiswa-
mahasiswa berjilbab yang
berpakaian seksi. aku pun punya
pacar yang cantik dan berjilbab, juga
sering berpakaian yang agak menonjolkan keseksian tubuhnya
sehingga membuatku sering
menelan ludah jika sedang jalan
dengannya atau berduaan
dengannya. gaya pacaran kami
sangat tidak bebas, bahkan pacarku tidak memperbolehkan aku untuk
memegangi tangannya. katanya aku
hanya boleh menyentuhnya setelah
kami menikah nanti. dan
kemungkinan kami akan menikah
sekitar 6 bulan lagi. seperti biasa aku bangun pagi, duduk sebentar,
kemudian aku berdiri mengambil
minum dibelakang. memang sejak
bangun tadi perasaan tubuhku agak
tidak enak. mungkin akan flu atau
demam. kemudian aku mencoba mandi. tubuh ku sudah agak segar
setelah selesai mandi. Kemudian aku
berpakaian rapi, memanaskan
motorku seperti biasa dan
berangkat ke kampus tempatku
mengajar. Kebetulan hari ini adalah hari pembagian KHS untuk
mahasiswa-mahasiswa dari hasil
belajar mereka semester yang lalu.
Aku mengajar pelajaran kimia, kira-
kira satu setengah jam aku
mencukupkan kuliah hari ini, dan kembali ke ruanganku untuk
beristirahat. 15 menit aku
beristirahat terdengar ketukan pintu
dari luar ruanganku. Aku
mempersilahkan masuk, ternyata
masuk 3 orang mahasiswaku, Siti, Dita, dan Rani. Siti mempunyai tubuh
mungil sekitar 155 cm, berwajah
cantik, kulitnya putih bersih,
memakai jilbab hitam keemasan
dengan baju berwarna merah diikat
dengan ikat pinggang hitam, mengenakan celana hipster ketat
berwarna hitam membuat lekuk
tubuhnya terlihat jelas. Sedangkan
Dita, wajahnya sangat manis dengan
senyum menawan dan kulit agak
gelap, sikapnya agak centil dengan suara yang centil pula, ia memakai
jilbab orange terang, memakai baju
orange dan lengan hitam, memakai
celana hipster abu- abu, dita agak
kurus dengan payu dara yang tidak
begitu besar. Sedangkan Rani, kulitnya putih bersih dan
mempunyai tubuh yang
proporsional dengan tinggi badan
sekitar 168 cm, pakaiannya bak
model sehingga sangat
menonjolkan keseksian tubuhnya, ia memakan baju cokelat dengan
celana legging ketat tipis sebetis
berwarna cokelat dipadu dengan
jilbab berwarna putih. Aku
mempersilahkan mereka duduk di
sofa tamu, meskipun gairahku menggelora melihat ketiga
mahasiswaku yang cantik dan seksi
ini, aku berusaha menahan gejolak
nafsuku walaupun “adikku”
dibawah sana sudah tidak bisa di
ajak berkompromi lagi. Kemudian mereka mengutarakan maksud
mereka padaku, “Pak kami sudah
terima KHS semester lalu....” Rani
membuka pembicaraan, karena
memang di kelas dia yang agak
vokal. “Ya, trus kenapa?” sahut ku, “begini pak, setelah dilihat ternyata
nilai mata kuliah kimia kami bertiga
gagal, kami ingin mengkonfirmasi
apakah nilai kami ini memang benar
gagal pak...” Lanjut Rani. Aku
mengangguk kemudian mengeluarkan berkas dari mejaku,
“Ini kalian cari nama kalian dan lihat
sendiri nilainya...”. kemudian mereka
memeriksa berkas itu dengan
seksama, dan terbersit kekecewaan
di wajah mereka bertiga. Mereka bertiga kemudian saling menatap
dan Dita mengerdipkan sebelah
matanya pada rani dengan nakal.
Rani langsung menghampiriku
dengan berputar ke belakang
kursiku, dan tiba-tiba Dita mengunci pintuku dan menutup gorden
jendela dan pintuku. Lalu Rani
memijat bahuku, dan berbisik ke
telingaku, “kami tau yang bapak
mau, rani lihat bapak gelisah dari
tadi....” Rani kemudian memagut bibirku dengan bibirnnya yang
seksi, dan menjejalkan lidahnya
dalam mulutku. Terus terang aku
belum pernah melakukan ini
sebelumnya, sehingga aku agak
kaku dalam menerima ciuman Rani. Nafasku memburu dan jantungku
berdegup kencang. Kemudian dari
selangkangkan ku tiba- tiba terasa
sangat nikmat, ternyata Dita dan Siti
sedang mengerjai “adik kecil”-ku.
Aku melihat ke arah mereka Dita tersenyum centil padaku sambil
mengocok-ngocok dan mengelus
dengan lembut kontolku yang
sudah mengeras dari tadi, dia
sesekali menjilat kepala kontolku
sambil mengocoknya, sehingga terasa sangat enak. Sedangkan Siti
sedang asyik menjilati buah zakarku
dan mengulumnya dengan bibirnya
yang kemerahan, membuatku
merem-melek dibuatnya, aku
berusaha agar tidak mengeluarkan suara, dan merekapun begitu. Dita
mulai mengulum kontolku dengan
bibir mungilnya, bibirnya yang
dipoles lipstik merah jambu
membuatnya terlihat sangat seksi
saat mengoral kontolku. Kemudian Dita sesekali mengocok kontolku
dengan jilbabnya, terasa sangat
enak sekali. Aku tengah terangsang
berat, Rani terus saja menjilati
bibirku dan mengulum bibirku, aku
mulai bisa mengimbanginya, Rani tampak sudah sangat Horny sekali
sehingga wajahnya yang putih
semakin merah merona. Rani
kemudian menyingkapkan
setengah bajunya, membuka bra
nya sehingga menonjollah payudaranya yang indah dan putih
bersih, ku taksir ukurannya sekitar
34, ukurannya sangat proporsional.
Kemudian Rani menyodorkan
payudaranya ke mulutku, aku
langsung mengulumnnya seperti menyusu, Rani melenguh
merasakan kenikmatan hisapanku.
Kemudian setelah kira-kira 10 menit
pemanasan, Rani turun dari
pangkuanku. Dita dan Siti membuka
celana panjangku dan melemparnya ke sofa, Kemudian Dita membuka
Jean hipsternya hingga terlihatlah
pahanya yang mulus walaupun
tidak terlalu putih, karna kulitnya
yang memang agak hitam seperti
orang Pakistan, kemudian Dita mengangkangiku, dan memegangi
kontolku dan membimbingnya
memasuki vaginanya. Aku
melenguh keenakan saat kontolku
untuk pertama kalinya merasakan
jepitan vagina seorang gadis, sangat nikmat sekali, hal ini yang sudah
lama aku impikan untuk
mendapatkannya dari pacarku,
akhirnya kudapatkan dari gadis lain.
Dita melenguh saat kontolku amblas
seluruhnya kedalam vaginanya, memang kontolku cukup besar dan
gemuk, dengan panjang 17 cm
dengan diameter sekitar 4 cm.
“OOOHHH....Pak sonny besar sekali
kontol bapak....ookkhh...” racau Dita
ditengah lenguhannya. Kemudian Dita menggoyang- goyangkan
pantatnya sehingga kontolku
mengocok vaginanya, aku
merasakan diselangkanganku
sangat nikmat terkocok oleh vagina
Dita yang sempit dan berdenyut denyut. Sementara Dita sedang
mengerjai kontolku, Siti kemudian
menghampiriku, kemudia ia
menciumku dengan bibir merahnya,
wajahnya yang cantik semakin
merangsangku....aku mengulum bibirnya sambil meremas-remas
payudaranya yang putih bersih itu
yang berukuran sekita 34 sama
dengan Rani, Siti mempunyai tahi
lalat di payudaranya. Tak lama
kemudian terasa kontolku seperti tersiram cairan hangat, ternyata
tubuh Dita telah menegang dan
melengkung di pangkuanku. Ia
telah mengalami orgasme. Setelah
Dita lepas dari pangkuanku, Siti
Menarik tanganku, ia kemudian mendorongku ke sofa, hingga aku
tertidur di sofa, kemudian dengan
cepat Siti yang sudah setengah
telanjang dan masih memakai
Jilbabnya menaiki tubuhku dan
segera mengarahkan kontolku ke liang kenikmatannya, dan
memasukkannya pelan-pelan
hingga amblas semuanya,
“oooookkkkhhh...besar sekali
pakkkk.....” racaunya. Mungkin
karena tubuh siti yang lebih montok dan seksi dari Dita, liang vagina Siti
lebih terasa menjepit dan berdenyut-
denyut, aku kelabakan menahan
kenikmatan di selangkanganku, jika
aku tidak dapat mengendalikan diri,
mungkin aku sudah muncrat, tapi aku tak mau buru-buru, karna
belum menikmati tubuh si cantik
Rani. Siti kemudian dengan perlahan
memompa tubuhnya hingga terasa
kontolku terkocok sangat nikmat
sekali rasanya. Jika terasa akan muncrat aku menahan tubuh siti
supaya dia menghentikan
goyangannya sejenak, kemudian ia
melanjutkan lagi menggenjot
kontolku dengan cepat. Begitu
seterusnya kami memakai gaya ‘stop-go’ supaya aku tidak cepat
orgasme. Setelah terbiasa aku
kemudian berganti gaya, menindih
Siti dengan gaya missionary, dan
menggenjotnya dengan cepat
supaya Siti cepat orgasme, dan agar aku dapat menikmati tubuh si
kembang kampus Rani yang sedari
tadi bermasturbasi menunggu
gilirannya. Sepuluh menit kemudian,
Siti mengalami orgasme yang sangat
dahsyat, tubuhnya melengkung, vaginanya membetot kontolku
dengan keras hingga terasa sangat
nikmat. Untuk menghindari
orgasme, cepat2 aku mencabut
kontolku dari vagina Siti sebelum
vaginanya memijat kontolku lebih keras lagi, hingga cairan cintanya
muncrat semua keluar. Siti
mengejang-ngejang menikmati
orgasmenya. Dan segera tertidur di
sofa. Kemudian aku menghampiri
rani yang setengah telanjang dengan jilbabnya dibentuk dengan
gaya yang seksi, ia tersenyum nakal
padaku, mungkin ia tahu aku
tengah menantikan untuk
bersetubuh dengannya dengan
tubuhnya yang seksi itu. Kemudian ia mengampiriku yang masih berdiri
dengan kontolku mengacung
memerah, setelah merasakan
kenikmatan vagina dua temannya.
Rani kemudian menyeka kontolku
yang berlumuran cairan cinta Siti tadi dengan jilbabnya, aku bergetar saat
tangannya menyentuh kontolku,
kemudian Rani memasukkan
kontolku ke mulutnya dan
menghisapnya dengan kuat,
“Ooookkkhhh Rani...Nikmat sekali....” racauku. “bapak belum
pernah ya...kasian padahal pacarnya
cantik gitu”, “iiiya
raann....oookkkhhh”sahutku lagi.
“Dengan Begini nilai kami selamat
kan pak?” kata Rani, “iya Ran, Pasti”jawabku tak menghiraukan
lagi ditengah kenikmatan yang
melanda selangkanganku. Setelah 5
menit Rani mengoralku, ia kemudian
mendorongku hingga tertidur di
karpet kantorku, kemudian ia mengangkangi wajahku, “pak
isep...”, aku langsung mengulum
dan menjilat vaginanya yang merah
jambu itu, bulunya tercukur rapi,
sehingga terlihat indah, dan
sepertinya rajin dirawat karna baunya yang harum. Rani kemudian
melenguh-lenguh ditengah
jilatanku, aku menghisap klitorisnya
dan liang kenikmatan sang bunga
kampus pun makin membanjir.
Kemudian Rani melepaskan vaginanya dari jilatanku dan
langsung mengangkangi kontolku
yang mengacung gagah sedari tadi,
dia kemudian menyeka terlebih
dahulu lendir yang keluar dari
kontolku dengan jilbabnya, terasa geli sekali, dan akupun semakin
terangsang dibuatnya. “Pak Rani
masukin ya, udah nggak tahan”kata
rani sambil mengengam kontolku
dengan tangannya dan
membimbingnya masuk ke liang kenikmatan miliknya. Kepala
kontolku sudah terjepit vagina Rani,
kemudian ia menurunkan pantatnya
pelan- pelan, tampak ia merintih
agak kesakitan menampung
kontolku yang besar. “Oookk paaakkk besar sekali...calon istri
bapak pasti sangat puas
nantinya....oookkkhh paaakk”
racaunya setelah kontolku amblas
semuanya kedalam liang
kenikmatan Rani. Terasa perbedaan jepitan vagina Rani dengan Dita dan
Siti, kali ini memang sangat menjepit,
mungkin dikarenakan berat badan
dan tubuh rani yang memang
sangat seksi itu. Setelah rani terbiasa
dengan keberadaan kontolku di dalam vaginanya, diapun langsung
menggenjot kontolku dengan cepat,
sehingga kembali aku merasakan
kenikmatan tiada tara pada
kontolku.”ookkk raaann...sempit
sekali vaginamuuu...” racauku sambil meremas-remas
payudaranya, jilbabnya berkibar-
kibar saking cepatnya goyangan
Rani. 15 menit kemudian aku
merasa sebentar lagi akan orgasme,
langsung berganti posisi dengan gaya menindih rani dengan gaya
missionary. Aku kemudian
menggenjot vagina rani dengan liar,
karna merasa akan muncrat
sebentar lagi, “Raaaannn bapak mau
keluar sebentar lagi....ooohhh” kataku, “didalam aja
pakkkk....oookkhhh aku nyampeee
paaakkk...” Tubuh Rani mengejang
dan melengkung, terasa sekali
vaginanya membetot kontolku
dengan keras sekali dan denyutannya semakin
kencang...hingga aku tak tahan lagi
dan menyentak vaginanya dalam-
dalam hingga mentok dan
“oooookkkkkkhhh bapak keluar
rannn...oookkhhh” aku menyemburkan mani ku ke dalam
liang kenikmatan Rani sangat
banyak sekali...kira- kira sampai 10
semprotan kuat didalam vaginanya,
dan terasa vaginanya mengempot
kontolku dengan kuat seperti memerah spermaku sampai habis.
Kira-kira 1 menitan tubuh kami
mengejang, dan langsung ambruk
diatas tubuh Rani yang seksi, aku
berbisik pada nya”Hebat sekali
kamu Ran, bapak beri kalian nilai A+ untuk ini”. “ya terima kasih pak”
jawab rani sambil menyunggingkan
senyumnya dari wajah cantiknya
yang berjilbab itu. Kemudian Rani
melapas kontolku dari vaginanya,
terlihat cairanku yang kental berleleran di vaginanya. Ia
kemudian menyeka kontolku
dengan Jilbabnya, membuatku
terangsang berat lagi, dan kontolku
pun langsung mengacung lagi.
“Wah bapak masih semangat aja nih,hihi” katanya menggodaku.
“Baiklah kami akan berikan bonus
buat bapak, Dit, Siti, ayok..” mereka
bertiga kemudian bergantian
mengoral kontolku dan sesekali
memasukkan ke vagina mereka dan mengocok nya dengan vagina
mereka kemudian mengoral lagi,
memasukkan lagi ke vagina mereka,
mengoral lagi, begitu seterusnya
hingga aku kelabakan dan mau
muncrat lagi, mereka menyuruhku berdiri lalu menempatkan wajah
cantik mereka didepan kontolku.
“Pak Ayo keluarin disini...” kata Rani
sambil menunjuk wajah cantiknya,
“Oke, Pinjam Jilbabnya ya ran..” aku
kemudian mengocok kontolku dengan Jilbab rani...dan satu menit
kemudian...”ooookkkk nikmat
sekaliii” mani ku langsung
menyembur mengenai wajah-wajah
cantik mereka bertiga. Mereka
langsung menjilati kontolku hingga bersih dan menyekanya dengan
jilbab mereka masing-masing,
membuat aku Horny lagi. Walaupun
sebenarnya aku masih ingin
menikmati tubuh- tubuh seksi
mereka, tetapi aku teringat ada janji, sore ini dengan pacarku. “Oke
cukup segini dulu ya” Aku menahan
keinginanku untuk melanjutkan.
“Tapi pak, itu nya masih semangat
kayaknya, hihi” kata rani
menggoda. “Bapak ada janji, tapi bapak masih pengena ran...” kataku.
“Ntar lagi deh pake, kalo aku
ujianku gagal gagal lagi dengan
bapak...hihi...nggak kok pak, kalo
bapak senggang bapak boleh
telepon Rani...nanti Rani bawain temen-temen Rani yang cantik-
cantik lagi...”. “Oh Rani kamu baik
sekali makasih banget ya...Bapak
Pengen Quick sama kamu 1 kali lagi
Ran Boleh?”. Rani langsung
membelakangi meja, menunggingkan pantatnya yang
sekal dan seksi. Aku langsung
penetrasi dari belakang, dan
menggenjot Rani dengan cepat. 5
menit kemudian aku
menyemburkan spermaku dalam rahim Rani. Kami kembali
berpakaian, Rani, Dita dan Siti,
mengganti jilbabnya yang telah
berlumuran spermaku tadi. “Makasih
ya” kataku pada mereka. “sama-
sama pak” kata mereka sambil tersenyum menggoda. Inilah Awal
dari petualangan Seks ku dengan
para gadis berjilbab yang seksi

No comments:

Post a Comment